Sign in Help
Like it: Blogger.com Twitter Facebook
Our Clients
Amanda
Amanda
24 November 2014

The Matryoshka shop is amazing, Russian Dolls are very beautiful! It is great gift idea for Christmas. And thank you for great discount. I am very happyread more

Amanda Amanda
24 November 2014
Mira
Mira
16 October 2014

I love Matryoshka! It will be the amazing present for everyone. They are so cute.read more

Mira Mira
16 October 2014
Imelda
Imelda
11 August 2014

Pertama kali saya lihat boneka Matryoshka di facebook dan pikir suvenir ini cantik bgt, tapi ternyata kalo lihatnya di toko jauh lebih cantik! Aku baru beli satu boneka yang akan jadi pertama dalam koleksiku.read more

Imelda Imelda
11 August 2014
Wonderful Russia
Matryoshka - Soul Of Russia

At one time or another, most of us have been fascinated with the colorfully painted matryoshka (ma-TRYOSH-ka; plural ma-TRYOSH-kee) or nesting dolls. They come in a variety of sizes, characters and number of dolls nested one inside the other. How did the matryoshka come to be and why?read more

Festival Film Muslim Internasional Ke-10 Ungkap Sisi Kehidupan Muslim di Dunia

Baru-baru ini, kota Kazan menyelenggarakan Festival Film Muslim Internasional ke-10. Festival tersebut ditujukan untuk menaikkan gengsi kota Kazan di mata dunia Islam.read more

Matryoshka cruise around Russia.

Russia is the largest in the world and one can be sure that there are plenty places to visit in such a vast territory. Here we will introduce you with the most interesting places and routes in the European part of Russiaread more

The exhibition “Museum of Russian Matryoshka”

The exhibition “Museum of Russian Matryoshka” presents a large group of items of the 20th - 21st century from the Sergiev Posad Museum and private collections.read more

Main page » IT'S INTERESTING » Festival Film Muslim Internasional Ke-10 Ungkap Sisi Kehidupan Muslim di Dunia

Festival Film Muslim Internasional Ke-10 Ungkap Sisi Kehidupan Muslim di Dunia

02.10.2014

Baru-baru ini, kota Kazan menyelenggarakan Festival Film Muslim Internasional ke-10. Festival tersebut ditujukan untuk menaikkan gengsi kota Kazan di mata dunia Islam.

Pada musim semi lalu, Kazan dinobatkan sebagai ibukota Utara Islam oleh para pemimpin agama Islam Republik Tatarstan. Baru-baru ini, kota tersebut menyelenggarakan Festival Film Muslim Internasional ke-10. Festival tersebut ditujukan untuk menaikkan gengsi kota Kazan di mata dunia Islam. Para peserta festival mengangkat tema terkait isu-isu agama dan sosial yang jarang dihadapi oleh para penduduk Tatarstan.

Ketua dewan juri festival Khojakuli Narliev mengatakan dalam pidato pembukaan forum film tersebut bahwa Kazan harus bisa menunjukkan pada seluruh dunia siapa orang muslim sebenarnya. Narliev merupakan seorang sutradara film, sekaligus penulis skenario dan sinematografer asal Turkmenistan yang pernah meraih penghargaan dari Uni Soviet.
Sebagian besar film yang mendapat penghargaan dalam festival film muslim bergengsi tersebut ternyata bukan hasil karya sinematografer asal Tatarstan, melainkan film karya sinematografer asal Eropa dan Rusia. Namun, ada film karya sutradara asal Tatarstan Salavat Yuzeyev berjudul Kurban-Roman yang berhasil meraih penghargaan Aktor Pria Terbaik. Penghargaan tesebut dianugerahkan pada sang pemeran utama pria Danil Shagapov.

Perhatian para tamu festival cukup tersita oleh film asal Jerman, Italia, Prancis, Turki, Irak, Belarusia, dan negara-negara Arab. Dalam film karya sutradara asal Jerman Daniela Dar Creutz yang berjudul Blissful Yearning, Creutz berusaha menunjukkan pandangan hidup orang Jerman melalui keseharian warga muslim dari Austria, yang hidup dalam keharmonisan bersama para tetangganya yang beragama Nasrani.

 

Sementara dalam film dokumenter yang berjudul Bastards, sinematografer perempuan asal Inggris Deborah Perkin menceritakan masalah yang dihadapi para perempuan di Maroko dalam mendidik anak di luar nikah mereka. Adapun film berjudul A Very Private Place karya sutradara asal Bahrain Jamal Al Ghailan bercerita tentang kehidupan seorang imigran perempuan asal India yang bekerja sebagai penjaga kebersihan toilet di sebuah pusat perbelanjaan ternama. Ghailan ingin menunjukkan seberapa besar ketidakacuhan para penduduk Bahrain terhadap kondisi kehidupan para tenaga kerja asing di negara Islam tersebut. Film ini berhasil menyabet penghargaan dari organisasi Russian Guild of Film Critics.

Para sutradara Rusia juga mengangkat masalah yang dihadapi oleh para imigran asing di negaranya. Dalam film She, Larisa Sadilova menunjukkan kehidupan kota Moskow yang modern dari sudut pandang seorang perempuan asal Tajikistan yang mencari kekasihnya, namun kekasihnya malah menolak menerimanya. Film yang lebih mengharukan ialah film Mirko Locatelli, Foreign Bodies, yang menceritakan kehidupan seorang pengungsi yang lari dari gerakan “Musim Semi Arab” (gelombang revolusi unjuk rasa dan protes di negara-negara Arab) menuju Italia.

Film asal Brasil buatan Marcio Curi, The Last Stop, menceritakan hubungan seorang pria beragama Islam dengan perempuan Nasrani bernama Sisa. Sang sutradara mengatakan ide film tersebut muncul ketika ia berkenalan dengan sebuah komunitas Lebanon di Brazil dan ia melihat karakter film masa depannya dalam diri masyarakat Lebanon tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan Marcio Curi, sebagian besar orang Lebanon pergi meninggalkan tanah air lalu memutuskan ikatan batin dengan tempat kelahirannya itu. Hanya segelintir orang yang masih memegang teguh kepercayaan mereka.

Film karya Curi tersebut berhasil menyabet penghargaan Skenario Film Terbaik dalam festival film ini. Sedangkan penghargaan utama diraih oleh film drama berjudul Halima’s Path karya sutradara Kroasia Arsen Anton Ostojich. Penghargaan Sutradara Terbaik jatuh pada sutradara asal Azerbaijan Oktay Mir-Gasim dengan filmnya To Die Avenged. The Letters from The Past, serta hasil karya sutradara asal Iran Salem Salavati The Last Winter.

http://indonesia.rbth.com/